Movie Review : The King’s Speech

9 Feb 2011

Awalnya tahu film ini, saya hanya ingin lihat salah satu aktris favorit saya, Helena Bonham Carter, berakting jadi “orang normal”. Soalnya keseringan kan dia memerankan karakter yang gak normal kayak Bellatrix Lestrange di Harry Potter dan Red Queen di Alice in Wonderland. Tapi antusiasme saya agak sedikit meningkat saat film arahan sutradara Tom Hooper ini jadi pesaing berat “Social Network”-nya David Fincher di ajang Golden Globe dan Screen Actor Guild Januari kemarin. Saya suka sama “Social Network”. Banget! Jadi saya datang dengan semangat saat diundang ke press screening King’s Speech. Berharap akan menyukai film ini seperti saya mengagumi Social Network.

Di film ini, Collin Firth yang jadi pemeran utama bermain sebagai Bertie, anak dari Raja Inggris, George V (Michael Gambon), yang sekarat karena pneumonia. Saat raja meninggal, kakak Bertie, David (Guy Pearce) lah yang menggantikan sang ayah. Tapi cinta David pada seorang janda membuat ia harus menyerahkan tahtanya kepada sang adik. Raja tidak boleh menikah dengan seorang janda. Masalahnya, sifat Bertie berbanding terbalik dengan David yang agak urakan. Sadar dengan gagap yang dimilikinya, Bertie punya sifat minder yang sepertinya udah mendarah-daging (Bertie is soooo me!). Gagap adalah sesuatu yang memalukan bagi seorang kepala negara. Makanya sejak sebelum sang ayah meninggal, Bertie meminta bantuan seorang speech therapist, Lionel Logue (Geoffrey Rush) untuk mengatasi kegagapannya. Film ini emang sangat “drama eropa” yang sarat dialog. Kalau anda Hollywood-Mainstream-Minded alias pemuja film-film blockbuster, pasti bakal bilang film ini boring. Tapi nggak juga kok. Dari sisi sinematografi, Tom Hooper yang biasa menyutradarai serial TV memang nggak memberikan sesuatu yang istimewa. Kejutan datang dari pemeran utamanya, Collin Firth. Sesaat setelah meninggalkan studio XXI tempat screening film ini, saya langsung update Twitter. “In my humble opinion, ‘King’s Speech’ is Collin Firth best performance so far.” Saya udah lihat akting Collin di “Bridget Jones Diary”, “Nanny McPhee”, “St. Trinians”, “MammaMia”, dll. Tapi di “King’s Speech” inilah Collin membuktikan bahwa dia memang pantas dikasih label Best Leading Actor di berbagai festival film. Memerankan raja yang gagap udah mengantarkan Collin menang di Golden Globe. Coba yaa gak ada “brondong” favorit saya, si Jesse Eisenberg, yang juga dinominasikan untuk kategori yang sama di Oscar lewat film Social Network, saya pasti udah dukung Collin untuk menang. Heeheehee. Hmmm, tunggu aja siapa pemenangnya akhir Februari ini.

Akting Collin emang jadi napas utama film ini. Tapi penampilan cast lainnya juga oke lho. Memang sih, masih lebih seru nonton Geoffrey Rush di Pirates of Carribean. Tapi di sini dia juga tampil meyakinkan kok. Begitupun akting Helena Bonham Carter, si Peter Pettigrew di HarPot movie alias Timothy Spall yang memerankan Winston Churchill… and of course Guy Pearce. He hasn’t lost his charm, ladies. Pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa saya lebih menyukai “Social Network”. Bukan karena film itu bertaburan “berondong” yang bisa jadi ajang cuci mata buat saya yah. Tapi karena dari screenplay, Tom Hooper tampak masih harus belajar banyak dari David Fincher dan Aaron Sorkins (Yaa iyaaa laaah beda umurnya jauh!). Tapi kalau lagi iseng, boleh juga nonton “King’s Speech” ini.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post