The Sidekicks

2 Nov 2010

Dari dulu, saya punya kecenderungan untuk sedikit lain dari orang-orang kebanyakan. Saat baru masuk sekolah (TK & SD), rata-rata teman saya datang diantar dan pulang dijemput oleh orangtua mereka. Saya? Jalan kaki sendirian. Beranjak remaja, kebanyakan teman perempuan melirik kakak kelas atau cowok yang lebih tua untuk dijadikan pacar. Saya? Pengagum berat semangat dan tingginya energi cowok-cowok yang lebih muda. Cewek lain ngejar-ngejar bad boy yang urakan dan tukang bikin masalah, saya malah penasaran sama cowok-cowok yang kalem dan nerdy. Saat yang lain makan nasi, saya makan mi atau roti (emang dasar lu orang aneh!). Yah, begitulah kita selalu ingin tampil agak berbeda. Makanya di front page blog ini saya mencantumkan kalimat “Anything but Ordinary” sebagai penggambaran diri saya.

Hal ini masih terus berlanjut sampai sekarang. Kalau yang mau saya bahas di sini adalah ketertarikan saya terhadap “sidekicks”. Saya nggak tau gimana menjelaskan artinya. Tapi mudah-mudahan setelah paragraf ini kalian bisa mengerti (penulis macam apa ini?!). Banyak orang mengagumi King Arthur sebagai pemimpin, Rama sebagai seorang ksatria, dan Dr. Manhattan di Watchmen sebagai superhero serba bisa yang sangat wise. Saya juga setuju mereka semua hebat. Tapi menurut saya, nama disamping mereka lah yang lebih hebat. Saya lebih kagum sama Lancelot yang menurut saya lebih pemberani dibanding Arthur, saya lebih ngefans sama Hanoman yang lebih cerdas dibanding Rama, and i love Rorscach more for his psychotic-realistic mind than the Mr. Nice Guy Dr. Manhattan. Ya, Lancelot, Hanoman dan Rorscach mungkin nggak sepopuler peran utama di cerita mereka. Yes, they are the sidekicks! But my eyes catch them clearer than i see the leading man. Mungkin karena saya pengen banget punya nyali setebal nyali Lancelot, mungkin karena saya ingin sekali sesakti, secerdas dan sebijaksana Hanoman, dan pengen banget setegar dan seteguh Rorscach dalam berprinsip. Dan setelah saya mencari-cari info tentang Green Hornet-nya Marvel untuk artikel movie, saya jatuh cinta sama Kato yang diperankan oleh Jay Chou (hmmpppfff, apakah tiap postingan di blog ini ujung-ujungnya harus ngebahas film?). Hmmm, mungkin karena saya udah keburu suka sama Jay Chou di Curse of Golden Flower kali yaa. Heheehee. Kato ini kayak Robin di cerita Batman. Cuma peran pembantu yang tugasnya mendampingi si tokoh utama! Dan setelah nonton trailer Green Hornet, saya pun makin menyadari… i always love the sidekicks more!


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post