Baba Cilukbaaa

Sibling Squabblings

January 27, 2010 · 6 Comments

Gue terlahir sebagai anak pertama. Punya satu ade cowok yang nyebelinnya minta ampun! Gimana gak nyebelin? Udah sering ngambil jatah makan gue, suka nyuruh-nyuruh nyetrikain bajunya yang segede-gede seprei atau mainin Mafia War-nya di FB, suka malakin gue pula (padahal gajinya gedean dia!). Belum lagi kelakuan isengnya yang lain. Tapi sekejam-kejamnya dia memperlakukan gue, there’s nothing i can do except kick his ass take him as my only brother in this world! Apalagi belakangan ini, dia sedang jadi pusat perhatian keluarga. Udah beberapa bulan ini, ade gue jadian dengan salah satu cewek yang terhitung masih tetangga (walau gak deket-deket banget sih!). Sayangnya bibit, bebet dan bobot cewek itu dinilai nggak memenuhi kriteria keluarga gue sebagai pendamping si ade. Jadilah hubungan mereka mendapat tentangan dari seluruh keluarga besar (yep, seluruh! baik dari pihak bokap, maupun dari pihak nyokap!). Gue sendiri nggak mau take a side. Tapi kalau keluarga mulai bawel meminta gue menasihati si ade supaya menjauhi ceweknya, gue cuma komentar “Ya elah, kayak si ade Brad Pitt ajah! Biarin kek dia mau jadian ama siapa aja sesuka dia. Dia ini yang jalanin!”.

Ini bukan pertama kalinya kejadian dalam hidup si ade. Gue memang sempat iri sama dia, mengingat dia nggak perlu pusing-pusing mikir karena seluruh hidupnya seperti sudah diatur oleh keluarganya. Nggak seperti gue yang apa-apa harus serba sendiri, si ade nggak pernah menentukan ke sekolah mana dia ingin belajar. Semua udah diurus, dia tinggal dateng doang ke sekolah! Sarapan, makan siang dan makan malamnya bisa langsung dia makan tanpa harus repot bikin atau beli dulu (kalo itu sih emang karena gue-nya aja yang susah makan!). Oh iya, ada temannya yang aneh sedikit dateng ke rumah, mata seisi rumah langsung mendelik serem. Padahal semua pacar-pacar gue akan langsung dikasih senyum manis tanpa harus bersusah-susah usaha. Pacar-pacarnya pun harus melewati proses “penjurian” seluruh anggota keluarga (bokap, nyokap, nini, tante, bude, dll). So far, kayaknya si ade harus pacaran sama Miss Universe deh supaya keluarga gue seneng (halah! emang ada Miss Universe yang mau pacaran ama King Kong?!). Nggak heran kan kalau gue sempet bertanya-tanya, “What’s wrong with me?” karena gue merasa dibedakan?

Tapi kecemburuan gue itu juga nggak sampai bikin gue “buka front” dan bersaing supaya jadi pusat perhatian keluarga. Sebagai saudara kandung, gue dan si ade emang nggak deket-deket banget. Jarang curhat, cerita-cerita atau ngegosip, atau jalan bareng. Tapi kami punya cara sendiri-sendiri untuk menyatakan rasa sayang kami. Gue sering bikinin atau beliin dia makanan saat dia ngeluh-ngeluh laper (walau sambil ngedumel), dan dia rela jemput gue di kantor saat gue harus pulang tengah malam (walau setelahnya tetep minta beliin makanan!). Saat gue ultah, dia ngasi gue kartu Hallmark lucu dan saat dia ultah gue ngasi kado buat dia (minuman kemasan + snack favoritnya. beli di mini mart sebelah kantor –> ogah repot!). Saat salah satu dari kami sakit, yang satunya lagi pasti kerepotan nyari makanan (salah satu kesamaan kami adalah kalo sakit sama-sama “ngidam” makanan yang susah dicari). Yaah, mungkin karena kami “cuma berdua”,  mau nggak mau kami jadi berusaha saling menjaga. Wuuutz, wuuuttzz, kok ini postingan garing amat yak?

Pokoknya next time gak boleh aah posting iseng-iseng gak berbobot kayak gini… (lah, emang kapan postingan gue pernah serius penuh bobot?!)

→ 6 CommentsCategories: Duu duu duu...

The Longest Break

December 17, 2009 · 16 Comments

Okay, i knooooww. Gue akui gue udah kelewatan banget sampai-sampai gak bikin postingan apapun selama 2 bulan lebih. Yeeess, i know that too. Seumur-umur blog ini exist, this is the longest break i’ve ever take (Is this grammatically correct?!). Jadi, gak papa yaa kalo (seperti biasa)  di paragraf pertama postingan ini gue mengutuk diri sendiri yang kelewat males dan gak kreatif karena menelantarkan blog-nya sendiri. Selain ribet kerjaan (udah beberapa edisi belakangan majalah tempat diriku bekerja selalu nambah halaman. jadi nambah kerjaan kan?), otak gue juga udah kelewat low end untuk nyari ide postingan. Actually, gue pengen banget bisa bikin postingan yang berbobot. Isinya gak melulu curhat, komplenan atau cerita-cerita gak penting dalam hidup gue (who cares anyway?!). Tapi kalo harus nurutin mau gue itu, kayaknya gue gak bakal posting2 lagi di blog ini. Hehehee… Di paragraf pertama ini pula saya dengan segala kerendahan hati mau minta restu maaf sama semua D’Blogger. Mas Depz, Mas Hilman, Sam, Mba Jul, Teh Anny, Mba Ella, Frans, Nyunyu, duh capek nyebutin satu-satu…  Maaf kalo komen kalian di sini belum sempet dibales, maap klo saya udah gak pernah blogwalking lagi, diundang kopdar gak prnah dateng. But I still love all of you kok, i really do (mulai dah lebay!)…

Gue menulis ini saat jam di kantor menunjukkan pukul 03.30 a.m! Yep, setengah empat pagi! Temen-temen seperjuangan yang ikut nginep kantor udah pada menyerah tepar tapi gue masih harus menyelesaikan beberapa artikel. Apesnya lagi, artikel yang kudu gue selese-in berat banget cuuuy! Bayangin aja gue harus baca bahan-bahan yang isinya tentang rekonstruksi feminisme, feminisme post struktural, counter culture lah, gerakan multi perspektif lah… aduuuuh apaan sih tuh, sumpah gue kaga ngartiiiiii. Jadilah sampai sekarang artikel itu belum selesai2 juga! Padahal deadline-nya udah lewat seminggu kemarin. Huhuhuu, parah yak gue?!?! Ampuuuun boooss, jangan potong gaji sayaaaa… bulan depan saya rencana mau cuti liburan ke Bali… Huhuhuhuuu…

→ 16 CommentsCategories: Gak jelas!

Lose Myself

October 14, 2009 · 16 Comments

Drop. Down. Dead…

That’s what i feel for these few weeks. Like Juno MacGuff said, now i’m dealing with so many things beyond my maturity level and don’t know exactly how to react. Everything seems so wrong. Nothing is right. Unfortunately, there’s noone else but myself left to blame. My life is not perfect anymore ’cause i’m losing every fabolous thing i had. My relationship, my spirit, my strength. Including myself.  I thought i was stronger…

It’s hard… and I’ve been trying to face it with a head up high. But i failed. I refused to talk, rejecting all the amusing invitations from friends, avoiding social networking sites, i even losing a desire to write.  I found it is so difficult to share what happened to me though just through some silly writing on my blog!  Obviously, I’m just a confused little girl trapped in a 28 years-old woman’s body.

I’m not strong. I’m not tough. I’m not that unbreakable reef under the sea. I’m just a pathetic little girl who is trying to runaway…

I wish i were somewhere else but here…

→ 16 CommentsCategories: Lagi "rusak"

Anti-social

September 29, 2009 · 2 Comments

This blog is under-construction. Hmmm, i mean, the owner of this blog is under-conctruction…

→ 2 CommentsCategories: Lagi "rusak"

Miss Complain All The Time…

August 24, 2009 · 13 Comments

Apa yang anda tulis di kotak “about me” di Facebook? Kalau gue menuliskan “Open-minded, simple, and flexible.” That’s me in three words. But i bet you never know, there was a time years ago when i was a spoiled apathetic obnoxious girl. Jauuuuh banget dari ketiga adjectives yang gue tulis di atas. I recall it as the darkest time of my life. Beberapa hari lalu gue membuka-buka lagi diary lama dan baru gue sadari betapa menyebalkannya gue saat itu. Bayangkan ini : sedikit-sedikit mengeluh (yang jadi judul postingan ini!), hobi menyalahkan keadaan atau orang lain, pasif, kadar pede yang drop ke titik minus, anti-sosial, gak pernah bersyukur, cengeng, dan yang paling parah… (God! I’m so embarrased to admit this even it was years ago!) gue sadar betapa menyedihkannya gue tapi gak melakukan apapun untuk mengubahnya! Can you imagine that? Rasanya ingin menyepak cewek itu jauh-jauh ya? Hmmm, well…  i did!

Setelah mengalami beberapa hal gak menyenangkan dan mendapat beberapa pencerahan, akhirnya… finally… at last… di diary itu gue menemukan lembar yang bertuliskan, “If there’s something has to change, it would be me.” Gak usah lah yaaa gue cerita panjang lebar tentang alasan dan prosesnya, sampai akhirnya gue bisa menuliskan “Open-minded, simple and flexible” di kotak “about me” di FB. Tapi yang pasti saat itu gue tersadar, being negative is never be the way out. Justru dengan bersikap positif, we will get more and more. Gue belajar bersyukur, belajar menyederhanakan harapan tapi memaksimalkan usaha, pokoknya gak lagi-lagi nyimpen sesuatu yang negatif di otak dan di hati. Sejak saat itu, penyesalan terbesar gue adalah saat gue batal beli kaos vintage karena harganya emang lumayan gila buat sebuah kaos (it was almost 2 years ago & nyeselnya masi sampe skarang! sumpah, tu kaos kereeen banget!), saat terpahit dalam hidup gue adalah saat gue harus makan tanpa kerupuk, dan masalah terbesar gue adalah kalo Nini kenapa-kenapa. Other than that, my life is totally fine.

Did i mention i kicked that Miss Complain All The Time out? Bad news, guys! She’s back! For these few days, that annoying Miss Complain All The Time strikes back ruining my days! Aaaaaarrgghhh. Dan entah kenapa, tiba-tiba pikiran gue gak lagi mampu mengontrol perasaan gue seperti biasa. Entah kenapa, robot super logis ini kembali berubah jadi balita cengeng manja yang susah diurus.

Huhuhuu hopefully, it is just because i’m so exhausting with my daily job. And not because she is already become part of my life

→ 13 CommentsCategories: Lagi "rusak"