Baba Cilukbaaa

Passions, Questions, Ideas…

Baba Cilukbaaa header image 1

T o r m e n t e d

June 13th, 2011 · Lagi "rusak"

I have been pretending that every single thing in my life is going just fine for these 1,5 years. In fact, it’s not. I can’t go back here. The pain is just keeps getting worse everyday. And this place…  this blog…   all of the writings on it…

→ No CommentsTags:

I D L E N E S S

May 3rd, 2011 · Lagi "rusak"

Great! Postingan terakhir saya di sini yaitu, hmmm…  more than 2 months ago. Pertanda otak saya makin ketinggalan jaman dalam mencari ide tulisan! Sudahlah, itu sih emang udah dari dulu. Membahasnya lebih panjang nggak akan menghilangkan kenyataan bahwa saya butuh otak baru. It’s so weird knowing that, when your hobby become your job, it’s no longer a hobby. It’s a duty. It’s an obligation. The last thing you wanna do (it’s still on the list, though). Keengganan saya menulis bahkan juga terasa saat saya kepengen sekedar “nyampah” di buku harian atau di blog kayak gini. Berbagai jenis kata udah rame berkumpul di otak, menuntut segera diatur supaya mereka bisa berbaris dengan rapi. Tapi pas pegang pulpen or pas jari di atas keyboard, saya cuma bisa bengong memandangi space kosong yang harusnya saya isi dengan hal-hal menarik untuk dibaca. Paling tidak, menarik untuk saya baca sendiri. But the thing is, i hate my writing lately

I don’t want to make any excuse. I have to write regularly. I must write. Cause if you think you can’t, then you must.

→ 3 CommentsTags:

Movie Review : The King’s Speech

February 9th, 2011 · Interest

Awalnya tahu film ini, saya hanya ingin lihat salah satu aktris favorit saya, Helena Bonham Carter, berakting jadi “orang normal”. Soalnya keseringan kan dia memerankan karakter yang gak normal kayak Bellatrix Lestrange di Harry Potter dan Red Queen di Alice in Wonderland. Tapi antusiasme saya agak sedikit meningkat saat film arahan sutradara Tom Hooper ini jadi pesaing berat “Social Network”-nya David Fincher di ajang Golden Globe dan Screen Actor Guild Januari kemarin. Saya suka sama “Social Network”. Banget! Jadi saya datang dengan semangat saat diundang ke press screening King’s Speech. Berharap akan menyukai film ini seperti saya mengagumi Social Network.

Di film ini, Collin Firth yang jadi pemeran utama bermain sebagai Bertie, anak dari Raja Inggris, George V (Michael Gambon), yang sekarat karena pneumonia. Saat raja meninggal, kakak Bertie, David (Guy Pearce) lah yang menggantikan sang ayah. Tapi cinta David pada seorang janda membuat ia harus menyerahkan tahtanya kepada sang adik. Raja tidak boleh menikah dengan seorang janda. Masalahnya, sifat Bertie berbanding terbalik dengan David yang agak urakan. Sadar dengan gagap yang dimilikinya, Bertie punya sifat minder yang sepertinya udah mendarah-daging (Bertie is soooo me!). Gagap adalah sesuatu yang memalukan bagi seorang kepala negara. Makanya sejak sebelum sang ayah meninggal, Bertie meminta bantuan seorang speech therapist, Lionel Logue (Geoffrey Rush) untuk mengatasi kegagapannya. Film ini emang sangat “drama eropa” yang sarat dialog. Kalau anda Hollywood-Mainstream-Minded alias pemuja film-film blockbuster, pasti bakal bilang film ini boring. Tapi nggak juga kok. Dari sisi sinematografi, Tom Hooper yang biasa menyutradarai serial TV memang nggak memberikan sesuatu yang istimewa. Kejutan datang dari pemeran utamanya, Collin Firth. Sesaat setelah meninggalkan studio XXI tempat screening film ini, saya langsung update Twitter. “In my humble opinion, ‘King’s Speech’ is Collin Firth best performance so far.”  Saya udah lihat akting Collin di “Bridget Jones Diary”, “Nanny McPhee”, “St. Trinians”, “MammaMia”, dll. Tapi di “King’s Speech” inilah Collin membuktikan bahwa dia memang pantas dikasih label Best Leading Actor di berbagai festival film. Memerankan raja yang gagap udah mengantarkan Collin menang di Golden Globe. Coba yaa gak ada “brondong” favorit saya, si Jesse Eisenberg, yang juga dinominasikan untuk kategori yang sama di Oscar lewat film Social Network, saya pasti udah dukung Collin untuk menang. Heeheehee. Hmmm, tunggu aja siapa pemenangnya akhir Februari ini.

Akting Collin emang jadi napas utama film ini. Tapi penampilan cast lainnya juga oke lho. Memang sih, masih lebih seru nonton Geoffrey Rush di Pirates of Carribean. Tapi di sini dia juga tampil meyakinkan kok. Begitupun akting Helena Bonham Carter, si Peter Pettigrew di HarPot movie alias Timothy Spall yang memerankan Winston Churchill… and of course Guy Pearce. He hasn’t lost his charm, ladies. Pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa saya lebih menyukai “Social Network”. Bukan karena film itu bertaburan “berondong” yang bisa jadi ajang cuci mata buat saya yah. Tapi karena dari screenplay, Tom Hooper tampak masih harus belajar banyak dari David Fincher dan Aaron Sorkins (Yaa iyaaa laaah beda umurnya jauh!). Tapi kalau lagi iseng, boleh juga nonton “King’s Speech” ini.

→ 2 CommentsTags:

Movie Review : The Green Hornet

February 2nd, 2011 · Interest

P:osternya keren, ya?

Posternya keren, ya?

Sebagai seorang movie-goer (penikmat film. bukan movie-gazer atau penggila film), saya punya beberapa sutradara favorit.  Jujur aja, saya menikmati lebaynya karya-karya Michael Bay yang boros special effect dan ledakan (even when he direct commercial and music video! Ingat klip “I Wanna Do Anything for Love-nya Meatloaf? Yes, It was Bay!), saya juga fans berat film-filmnya om Tim Burton yang “dark” (dan kecewa berat setelah nonton Alice in Wonderland! hmmppfff!! ) dan kagum banget sama pola pikir non-linearnya Christopher Nolan setelah nonton Memento dan Inception (His “The Dark Knight” is the best, though). Masih panjang daftar sutradara favorit saya, dan isinya makin bertambah setelah saya nonton “Eternal Sunshine of the Spotless Mind”, satu-satunya film tentang cinta yang sukses bikin saya nangis (saya pernah bahas ini di postingan berjudul “Erase and Rewind” di bulan Agustus 2008).  Sutradara “Eternal…”, Michel Gondry menggambarkan inti cerita film itu dengan sangat proporsional. Nggak lebay dan nggak ada kurangnya. Pas. Hal yang juga saya temukan di karya komedinya, Be Kind Rewind dan iklan plus video klip yang dibuatnya. Jadilah saya mengagumi Michel Gondry karena kemampuannya meramu sebuah film secara pas sebagai trademark-nya. Makanya saya sangat menunggu-nunggu The Green Hornet (TGH) karena penasaran banget kayak apa kalo Michel Gondry bikin film action.

Yes, TGH is an action movie about Britt Reid (Seth Rogen), a bad boy turns superhero who is known as Green Hornet. Dalam aksinya, Green Hornet dibantu oleh Kato (Jay Chou), orang yang bekerja untuk almarhum ayah Britt. Kebalikan dari Britt, Kato ini kalem tapi cerdas dan jago bela diri. Keduanya sepakat untuk memerangi kejahatan di Los Angeles yang dipimpin oleh Benjamin Chudnofsky (Christopher Waltz). Dan sebagai pewaris tunggal bisnis media besar milik almarhum ayahnya, Britt juga punya sekretaris pintar dan cantik, Lenora Case  (Cameron Diaz). Aksi-aksi Green Hornet dan Kato lah yang jadi jualan utama film ini. Memang nggak semeriah aksi yang disuguhkan Michael Bay, tapi lumayan juga untuk debut Gondry menyutradarai film action. Satu-satunya kekurangan film ini mungkin adalah skrip yang ditulis sendiri oleh Seth Rogen dibantu Evan Goldberg. Mungkin karena ini kerjasama Rogen-Goldberg yang kelima setelah “Jay & Seth VS The Apocalypse”, “Knocked Up”, “Superbad” dan “Pineapple Express”, maka dialognya jadi nggak jauh beda dengan film-film itu. Sangat khas Rogen. Bahkan beberapa scene dan klimaks film ini sedikit mengingatkan saya dengan Pineapple Express. Untung James Franco yang tampil di scene awal nggak keterusan tampil sampai film habis. Kalo iya, bisa-bisa ini film jadi Pineapple Express 2! Untung banget juga Gondry dan Jay Chou bisa mengimbangi skrip Rogen yang  “biasa” sehingga TGH nggak jatoh jadi tontonan standar.

Intinya, nggak bakal nyesel juga kalo nonton di bioskop karena film ini cukup menghibur. Sepanjang film, tawa saya nyaris nggak berhenti. Udah ah, saya masih punya banyak artikel untuk dikerjain. Maaf banget ya kalau review film-nya nggak detail. Ngerjainnya agak terburu-buru sih… Heheeheee…

→ No CommentsTags:

F A K E !

December 23rd, 2010 · Lagi "rusak"

Sekarang saya sedang bosan dan malas di kantor. It’s not a weird thing. Hampir setiap hari saya merasakannya saat harus duduk melototin komputer mencari bahan-bahan artikel. Goyang-goyang seronok kecil dengan headphone di kuping dengerin lagu-lagu Lady Gaga hanya mampu mengurangi kadarnya sedikit. Begitupun jalan-jalan sebentar keluar kantor sekedar untuk ngerokok atau cari cemilan. Saat perasaan itu datang, biasanya saya jadi gak produktif. Hari berlalu begitu aja tanpa saya menghasilkan sesuatu. Yaaa, another day wasted for nothing. Kemampuan saya me-manage waktu memang menyedihkan. Lebih menyedihkan lagi, i realize it…  but i’ve done nothing to fix it.

“Penyakit” itu udah saya derita beberapa bulan belakangan dan mengalami puncaknya saat saya dipanggil ke ruangan HRD beberapa hari lalu. Sering terlambat datang ke kantor dan sering gak masuk adalah keluhan utamanya yang saya tanggapi malas-malasan (hey… i’m guilty as charged, okay?). Kebanyakan diam, jawab “iya” atau “gak” seperlunya, dan sisanya memainkan barang-barang yang terjangkau tangan saya. Mirip murid nakal yang dipanggil ke ruang BP setelah ketauan berulah.

I know i have an issue. A serious one. Produktivitas saya menurun drastis beberapa bulan ini. Begitupun kepribadian dan kehidupan sosial saya. Saya bukan lagi robot tahan banting yang gak punya rasa takut. Saya juga bukan lagi robot heboh, bawel dan suka rame sendiri kayak dulu. Yang saya rasain, sekarang saya udah jadi robot usang. No, no, I’m not gonna find any excuse or blame others because even myself don’t exactly know what’s wrong with me!

Actually i know… i just don’t want to admit it! Denial has been my expertise since i became a robot.  I’ve been busy convincing the whole world that i’m bigger than everything that happen to me. I’ve been busy trying to show the world what i’m made of. If somebody can do it, so do i. If i don’t, i fake it till i make it.  Please don’t get me wrong.  I’m not a liar nor a hypocrite! I never say anything if i don’t really mean it. Same thing when my heart cries but my mouth say “I’m fine”. I never pretend i’m strong…  i am strong! Though the fact is to the contrary at that moment, then i fake it till i make it…

→ 5 CommentsTags: